Terapkan Prokes Covid-19 Ketat, Perpustakaan Kota Magelang Mulai Ramai Dikunjungi

KOTA MAGELANG – Perpustakaan Umum Kota Magelang mulai banyak dikunjungi sejak dibuka Oktober 2021. Namun demikian protokol kesehatan (prokes) Covid-19 diterapkan dengan ketat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang, Arif Barata Sakti menyebutkan, rata-rata ada sekitar 100 warga yang datang ke perpustakaan yang terletak di Jalan Kartini, Kecamatan Magelang Tengah, itu.

”Meskipun sudah PPKM level 1 tapi pembatasan dan protokol kesehatan tetap diterapkan. Di antaranya, kami memberlakukan shift kunjungan dan menyediakan sarana dan prasarana pendukung prokes Covid-19,” kata Arif, Selasa (24/11/2021).

Arif seperti dikutip melalui humas.magelangkota.go.id menuturkan, setelah Kota Magelang masuk PPKM level 1, tempat baca pun dibuka lagi. Namun, durasi baca dibatasi maksimal 1 jam untuk tiap orangnya. Selain itu, mini bioskop juga sudah dibuka maksimal 20 orang setiap pemutaran film.

”Baik yang outdoor maupun indoor semua sudah dibuka dan boleh digunakan, asalkan harus menjaga jarak sesuai tanda dari kami,” ungkapnya.

Adapun kuota pengunjung masih dibatasi 100 orang per hari yang terbagi menjadi 2 shift. Jadwal buka layanan, Senin-Kamis 07.30-14.00 WIB dengan jeda istirahat untuk penyemprotan disinfektan pada pukul 10.30-11.00 WIB. Sedangkan Jumat hanya melayani 1 shift 07.30-11.00 WIB.

Pihaknya masih konsisten menyediakan masker gratis untuk semua pengunjung yang datang. Hal ini dilakukan sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat dan juga mengingatkan penerapan protokol kesehatan.

Pengunjung perpustakaan juga diwajibkan memiliki aplikasi Peduli Lindungi dan memindai barcode yang tersedia di pintu masuk.

”Scan ini untuk mengetahui berapa pengunjung yang masuk. Di samping itu, kita bisa melakukan pengawasan durasi pengunjung yang ada di dalam perpustakaan,” jelasnya.

Arif menuturkan, selain membuka layanan offline, layanan secara daring tetap diperkuat. Pengunjung dapat mengaksesnya melalui aplikasi i-Magelang yang kini sudah memiliki 4.420 e-book terdiri dari 2.110 judul berbagai keilmuan.

”Layanan daring tetap kami perkuat, meskipun bagi yang datang langsung juga sudah difasilitasi,” ucapnya.