SEMARAK PAWAI KOTA MAGELANG RUMAH BERSAMA SIMBOL TOLERANSI BERAGAMA

Kerukunan dan toleransi antar umat beragama tercermin dari digelarnya Pawai Kota Magelang Rumah Bersama dirangkai dengan Tarhib Ramadhan di Alun-Alun Kota Magelang, Selasa (21/3/2023).

Pawai ini dimeriahkan drumband Genderang Suling Canka Lokananta Akmil Magelang, Tari Soreng dari SMA Negeri 1 Magelang, dan beberapa atraksi budaya dari masyarakat.  Untuk Tarhib Ramadhan melibatkan 3.000 siswa SMP, 600 siswa SD dan 600 siswa TK.

Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz mengemukakan acara ini merupakan momentum untuk menunjukkan bahwa Kota Magelang bisa menjadi “rumah bersama” dan kota toleran.

Dia berpesan agar semua pemeluk agama baik itu Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu maupun Konghuchu harus bisa menerapkan tepo seliro (tenggang rasa). Orang kaya juga harus bisa tepo seliro kepada yang miskin, guru harus gemati (menyayangi) dengan muridnya, demikian juga sebaliknya.

“Kita jaga Kota Magelang agar selalu kondusif. Saya berharap di Kota Magelang ada kesetaraan, semangat, tepo seliro. Karena tepo seliro ini yang menjadi dasar kita untuk bahagia,” tutur dokter Aziz.

Lebih lanjut, dokter Aziz menegaskan bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika harus dirawat dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekedar slogan. Iapun mengajak umat muslim untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan agar mendapat berkah di bulan yang mulia ini.

Pada kesempatan itu, Pejabat Forkompimda Kota Magelang, Kepala Kemenag Kota Magelang dan ketua FKUB menandatangani Deklarasi Magelang Rumah Bersama. Dekalarasi itu menyatakan tekad masyarakat Kota Magelang untuk setia dan menjunjung tinggi tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Selanjutnya, secara aktif menjadikan Kota Magelang sebagai rumah bersama yang aman damai dan harmonis.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang Imam Baihaqi mengemukakan, pawai ini menyiratkan toleransi dan kebhinnekaan seluruh agama, ras, etnis yang ada di Kota Magelang.

Sedangkan Tahrib Ramadhan untuk memberikan pemahaman bagi anak-anak berkaitan dengan Bulan Ramadhan yang akan dijalani dua hari lagi.  Anak-anak dari TK sampai SMP diajak menyambut Ramadhan dengan gembira dengan membuat atribut dan slogan untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan

“Kegiatan ini untuk menanamkan relijius kepada anak-anak. Harapannya pendidikan karakter sudah masuk, sehingga anak-anak memiliki akhlak mulia dan budi pekerti yang baik, untuk dilakukan di rumah di sekolah dan di masyarakat,” jelas Imam.