PENDAMPING RODANYA MAS BAGIA DIMINTA BUKAN KEJAR HONOR SEMATA

Wali Kota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz menekankan kepada pendamping program Rodanya Mas Bagia (Pemberdayaan Masyarakat Maju, Sehat, dan Bahagia) agar mencintai dan menikmati pekerjaannya. Pendamping ini pun diminta memiliki niat membantu, bukan mengejar honor.

Hal itu ditegaskannya saat memberikan pengarahan pengantar tugas kepada para petugas pendamping Program Rodanya Mas Bagia di Pendopo Pengabdian, Kamis (13/1).

"Pendamping ini posisinya sangat strategis. Maka, pekerjaan ini harus bisa dinikmati, seperti hidup harus dinikmati. Pendamping sekarang sudah punya tanggung jawab. Kadang sesuatu itu tidak sesuai ekspektasi, tapi kalau dinikmati maka pasti ada jalan keluarnya," ujarnya.

Menurut dokter aziz, tugas pendamping memang tidak mudah, satu orang pendamping mendampingi 18 RT dengan total 70 orang pendamping. Walhasil seorang pendamping harus membuat jadwal yang baik dan berinovasi.

"Masalah di lapangan pasti banyak. Kalau niatnya membantu, pasti ada jalan keluarnya. Tapi, kalau hanya mengejar honor saja pasti tidak akan menemukan solusi," ucapnya.

Adapun program Rodanya Mas Bagia, kata dia, dapat memunculkan partisipasi masyarakat karena sistemnya bottom-up bukan top-down. Sehingga, pola pikir masyarakat pasti berbeda satu sama lain, maka pendamping pun harus betul-betul memahami mereka.

"Saya minta petugas pendamping ini dapat bertemu sendiri dengan ketua RT dan warganya, jangan hanya menerima laporan saja. Setiap bertemu dengan RT dan warga harus ada laporan yang jelas, juga foto bareng dan informasikan posisinya dengan menggunakan google map," jelasnya.

Lain itu, imbuh dia, pendamping juga harus memiliki perencanaan kerja sendiri. Termasuk harus aktif dalam masyarakat, transparansi, akuntabel, dan berkelanjutan.

"Kemana-mana harus membawa buku pintarnya Rodanya Mas Bagia, sehingga kalau ada masalah bisa langsung ada solusinya. Pesan saya pahami tugas dan tanggung jawabnya, jalani kerjaan dengan jujur, tahu program pemkot, dan pastinya cintai pekerjaan ini," tandas dia.

 Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengenalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP4KB), Septi Milna mengatakan, pengarahan pengantar tugas ini penting bagi para petugas pendamping dalam menjalankan tugasnya.

"Pendamping ini tersebar di seluruh kelurahan dan akan berkantor di kelurahan. Tiap kecamatan ada koordinatornya dan satu koordinator tingkat kota. Mereka sudah sosialisasi program ini dan sekarang sedang mendampingi RT menyusun RKM (Rencana Kerja Musyawarah)," papar Milna.