PEMKOT MAGELANG EDUKASI PROTOKOL KESEHATAN MELALUI PAGELARAN WAYANG KULIT VIRTUAL

Pemerintah Kota Magelang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang bekerjasama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI), dan Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (PERMADANI), mengadakan Pagelaran Wayang Kulit Purwo secara virtual, Selasa (6/10/2020).

 
Bertempat di Pendopo Pamardi Budaya, Kampung Meteseh Rt.03 Rw.13 Kota Magelang, Pentas Seni Budaya daring yang ke-3 kalinya ini diselenggarakan dengan penerapan protokol kesehatan. Acara ini hanya dihadiri beberapa undangan, sedangkan masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya dapat menyaksikan melalui siaran langsung di kanal Youtube Pemerintah Kota Magelang arau dapat mendengarkan melalui Radio Magelang FM.
 
Pada kesempatan tersebut, Kepala Disdikbud Kota Magelang, Agus Sujito mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini berdampak pada semua sektor termasuk kepada pelaku seni yang selama ini vakum karena tidak dapat melakukan aktivitas dan tidak dapat menyelenggarakan pentas seni.
 
“Pemerintah Kota Magelang melalui Disdikbud memprogramkan kepada pelaku seni agar dapat berkreasi, dapat berkarya kembali dimasa pandemi ini” ungkapnya.
 
Pagelaran wayang kulit ini mengambil tema “Keris Kyai Panca Husada”. Ketua PEPADI Kota Magelang, Susilo Anggoro mengatakan lakon yang diangkat dalam pentas seni ini merupakan lakon karangan dari anggota PEPADI.
 
“Panca itu artinya lima, sedangkan Husada berarti pengobatan atau obat. Jadi, mudah-mudahan bisa mengobati paling tidak memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang laku apa saja yang harus dilakukan, termasuk menjalankan protokol kesehatan” ungkapnya. (Diskominsta)